13
Sumber : Google

SOLO - LEMPUYANGAN : KENANGAN AKAN PERSAHABATAN

Sebagai orang Jogja - Solo dan sekitarnya seharusnya tidak asing lagi dengan Prameks (Prambanan Ekspress). Kereta api tujuan Jogja solo, kereta yang sangat nyaman di bandingkan jika kita naik bus Jogja solo atau pun sebaliknya. 

Pada Bulan Mei 2015 tahun yang lalu saya untuk pertama kalinya menggunakan jasa kereta api Prameks. Saat itu saya ada janji temu dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu 15 tahun lamanya. Rencana awal sebenarnya beliaulah yang akan bermain ke rumah saya di Jogja. Kebetulan waktu yang telah di sepakati beliaunya tidak bisa memenuhi janji temu di rumah saya karena tenyata anak bungsunya harus di rawat di rumah sakit karena DBD. Akhirnya saya putuskan untuk menjenguk anaknya yang di rawat di salah satu Rumah sakit Ibu dan anak di Solo. 

Jam 7 pagi saya berangkat dari rumah dengan naik bus jurusan Jogja Surabaya. Namun saya tidak turun di Surabaya lho, saya berhenti di terminal Tirtonadi Solo setelah lebih dari 2 jam perjalanan. Terminal waktu itu masih dalam tahap perbaikan. Saya waktu itu kebingungan mencari jalan keluar dari terminal Tirtonadi tersebut. Namun akhirnya bisa keluar dengan selamat dari terminal Tirtonadi melewati deretan bus-bus besar yang akan menuju Surabaya.


Kami melanjutkan perjalanan menuju Rumah Sakit tempat anak sahabat saya tersebut di rawat, sambil melepaskan sejenak rasa rindu dengan bercerita pendek tentang keadaan kami beberapa waktu ini sepanjang perjalanan.
Sumber : Google
Karena takut kesorean saya berpamitan dengan sahabat saya untuk kembali ke Jogja, dengan janji jika kelak saya kembali pulang ke Jogja akan diulang pertemuan itu lagi. Atas saran sahabat saya, saya memutuskan naik Prameks. Dan kebetulan Rumah sakit tempat Anak sahabat saya opname,  dekat dengan Stasiun Balapan Solo. Saya menolak di antar naik mobil sahabat saya tersebut dari rumah sakit menuju Stasiun Balapn Solo. "Saya ingin berjalan kaki saja" begitu kata saya kepadanya.Sahabat saya mengalah, dan mengantar saya menuju Stasiun Balapan Solo.

Dan ternyata memang benar, stasiun nya tidak jauh dari rumah sakit. Sepanjang perjalanan yang hanya sekitar 10 menit itu kami isi dengan ceritsa-cerita yang menggembirakan. Bahkan ketika sudah memasuki jalur menuju gerbong KA, saya berhenti untuk menyelesaikan cerita yang belum usai. Hingga penjaga loket dan penjaga tiket memandang kami dengan sorot mata heran.