11
www.pixabay.com
 Beberapa hari lalu saya membaca status teman di FB yang menyatakan bahwa temannya bersyukur jika dulu memutuskan untuk memilih Gaptek dari segala Media sosial.

Saat itu saya berfikir, benarkah kita harus gaptek dengan media sosial? Mungkin bisa jadi benar adanya pendapat kawan saya tersebut karena mungkin dia mempunyai alasan tertentu dengan memutuskan untuk menjadi gaptek dari media Sosial.


Facebook, Whatsapp, Twitter, Instagram, Line, telegram, Watpadd dan blog mungkin sebagian media sosial yang umum kita gunakan saat ini. Banyaka sisi negatif dan positif yang di dapat dari mengaktifakan sebagian dari media sosial tersebut. Namun menurut saya kuncinya hanya satu yaitu pandai mengendalikan diri sendiri. Dalam artian kita harus tahu berapa jam waktu yang kita gunakan untuk selalu bermedia sosial tersebut. Jangan sampai hak anak-anak kita, hak keluarga kita, hak tubuh kita terabaikan karena berasyik masyuk dengan Media sosial. Atau mungkin jika tidak pandai mengendalikan diri sendiri kita mudah terprovokasi dan menelan mentah-mentah kabar yang di sampaikan di berbagai media sosial.

Namun masih banyak manfaat dari berbagai media sosial tersebut. Bagi saya pribadi banyak hal positif yang bisa kita ambil dari mengikuti trend media sosial. Salah satunya bergabung degan sebuah komunitas yang isinya selalu membicarakan ilmu-ilmu positif di Whatsapp. Dua diantaranya adalah Mutiara Nasehat Islam dan ODOP. Grup ini saya ikuti karena keinginan saya untuk pandai menulis dan untuk asupan gizi qalbu saya. Di grup ini Ilmu saya dapat dengan mudah hanya dalam ketukan jari dan tentunya gratis. 


Saya masih teringat dengan atasan saya yang mengatakan “Kamu harus selalu mengikuti perkembangan jaman, jika tidak kamu akan treliminasi sendiri dari dunia ini”. Hubungan nasehat atasan saya dengan keputusan untuk gaptek dengan Media sosial itu mungkin ada hubungannya. Karena hidup ini terus berkembang, tehnologi selalu berinovasi. Keturunan kita, anak cucu kita kelak akan hidup di dunia yang lebih canggih. Jika kita sendiri Gaptek dengan media sosial yang terus berrkembang, bagaimanakah kita akan menjawab pertanyaan anak-anak kita jika mereka ingin tahu lebih jauh tentang salah satu media sosial tersebut? Sedangkan segala macam media sosial tersebut rentan dengan informasi yang menyesatkan. 


#ODOP Menulis setiap hari

Post a Comment

  1. kaya pisau ya mba.. tergantung yg make

    ReplyDelete
  2. setujuuuuu mb wid, semuanya tergantung kita, bagaimana menggunakannya

    ReplyDelete
  3. mungkin teman yg merasa beruntung itu karena melihat temannya yg terkena dampak negatif sosmed mbak wid... :)

    ReplyDelete
  4. Hemm jadi gini mbak, saya pernah mengalami dimana media sosial membuat saya menjadi negatif. Tapi itu dulu, alhamdulillah sekarang banyak hal positif yang bisa saya ambil dan membuang yang negatif. Intinya memang harus pintar2 memilah.

    ReplyDelete
  5. Saya jg msh baru ngeblog ini mbk Wiwid, gaptek jg dg menulis di beginian saya.

    ReplyDelete
  6. Hihihi..sama mas masih gaptek juga..

    ReplyDelete
  7. seperti dua mata pisau yang sangat tajam,
    pasti ada sisi negatif dan positif
    semoga kita segera mendapatkan sisi positif dari teknologi yang semakin maju

    ReplyDelete

 
Top