Skip to main content

LELAKI BERAROMA MIE Bag 8.Tamat

babe.news.co.id
Mata Rindang menatap layar komputer yang masih putih bersih. Pikirannya melayang entah kemana. Meski Rindang tahu berita tentang liputan nya di Lampung harus segera di selesaikannya segera untuk segera naik cetak.

Ketika lelaki beraroma mie itu telah menamatkan ceritanya, sesaat kemudian Rindang dengan segera memencet no hape dan menuliskan sesuatu, “Pak Mohon maaf saya belum bisa menerima perjodohan itu, masih banyak hal ingin ku raih. Dua atau tiga tahun lagi, mungkin bapak bisa mencarikan jodoh untukku.”


Ketika akhirnya Rindang mendapatkan jawaban yang lebih dari yang di kiranya. Ayam jambul itu telah melengkapkan cerita hidup lelaki itu. Bahwa lelaki beraroma mie itu hanyalah seorang anak pungut yang di temukan Bapak di gardu ronda pagi-agi subuh, dan seorang lelaki yang menahan gemuruh cinta di dadanya terhadap seorang gadis yang dia kira adik kandungnya. Seorang lelaki yang patuh mengikuti kemauan Bapak untuk megikuti perjodohan yang telah di rencanakan begitu matangnya.

“Bukankah Bapak tahu, jika kalian bukan saudara kandung. Mengapa Bapak masih saja menentang cinta kalian?” tanya Rindang saat itu.

“Bapak tidak bisa melihat aku bersanding dengan Win. Yang bapak rasakan aku ini adalah anak kandungnya”.

Rindang menghela nafas. Menelisik kembali ke dalam hatinya, bahwa mungkin saja yang di rasakan oleh hatinya hanyalah perasaan kagum yang luar biasa terhadap seseorang yang belum pernah di jumpainya. Sepertinya bukan cinta, meski selama ini Rindang belum pernah merasakan “Rasa aneh” yang luar biasa di dalam hatinya.

Hape berbunyi tanda sebuah pesan masuk. Dari lelaki beraroma mie itu. Tiga bulan sudah Rindang selalu berusaha menjauhkan diri dari lelaki beraroma mie dengan menerima semua liputan tulisan ke luar daerah.

Suatu hari nanti akan aku kirimkan undangan pernikahanku kepadamu.”

“Kapan? Dengan Win? Bapak sudah merestui?”

“Iya, Pak Rahmad mengundurkan diri dari perjodohan ini. Karena anak gadisnya menolak di jodohkan denganku”

Rindang terdiam sejenak.

Syukurlah. Tetapi kenapa tiba-tiba Bapak merestui kalian.”

“Bapak sudah bernadzar, jika perjodohan ini gagal. Bapak akan merestui hubungan kami.”   
  
Kukirimkan balasan berupa thumbs emoticon dan Smile emoticon.

            “Apakah nanti di pesta, akan ada sajian mie ayam jambul?”

            “Tentu Rindang, makanlah sepuasmu. Apakah kamu menyukainya?”

            Balasan berupa gambar wajah dengan pipi memerah terkirim. Rindang terpaku dan kemudian tersenyum.

“Perempuan yang di jodohkan denganmu itu aku Ridwan,” batin Rindang berbisik. Tapi lelaki beraroma mie telah menemukan kebahagiannya. Mungkin Rindang akan merindukan aroma lelaki itu, lelaki beraroma mie. Mungkin juga dengan mie ayam buatan tangannya. Entahlah sepertinya dua-duanya akan sangat di rindukannya. 

TAMAT

#ODOP menulis setiap hari
#tantangan cerbung


Comments

  1. Mbake wes tamat, aku masih bingung...

    ReplyDelete
  2. Ya... Sudah selesai...
    Ditunggu cerita selanjutnya, Mba..

    ReplyDelete
  3. senangnya, sudah selesai satu ceritaa....

    ReplyDelete
  4. Happy Ending ...
    Dinovelkan mbk Wiwid donk

    ReplyDelete
  5. Wah... besok ada cerita baru lagi... :)

    ReplyDelete
  6. Wuaaaaaahhhhh sedih Rindangnya..😢 nggak terduga..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BELAJAR DARI LAGU SHAKIRA, TRY EVERYTHING

sumber:www.bbc.co.uk I mess up tonight, I lost another fight I still mess up, but I’ll just start again I keep falling down, I keep on hitting the ground I always get up now to see what the next I won’t give up, no I won’t give in Till I reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try eventhough I could fail I won’t give up, no I won’t give in Till I Reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try everything eventhough I could fail Potongan lirik lagu Shakira di atas sangat memotivas kita untuk tidak menyerah, mencoba sampai akhir. Kemudian mencoba lagi meski tahu mungkin akan gagal. Sudah berapa kali kamu kalah, berputus asa dan terpuruk, Kemudian merasa berat untuk bangkit lagi? Mungin bisa dengarkan lagu Shakira Try Everything dan memahami makna yang disampaikan dalam lagunya. Lagu ini merupakan soundtrack film Zootopia. Film yang juga keren dan sarat...

Selamat Tinggal

www.pinterest.com “Jadi kau benar-benar akan meninggalkanku? Kau sungguh tega?” suaramu sungguh terdengar kacau. Hatiku pedih. Rambut hitam lurusmu yang mulai menutupi leher terlihat acak-acakan. Namun, wajahmu masih terlihat tampan, meski sendu memenuhi setiap garis-garis wajahmu. Kauusap wajahmu kemudian memandangku yang terdiam dengan tajam. Aku menunduk, mencoba mengalihkan tatapan elangmu yang kini mungkin terlihat sedikit layu. Aku masih terdiam, sunyi di antara kita. Aku sudah bulat dengan keputusanku ini. Meski aku menyayangimu, sungguh, keputusan ini harus kuambil. Aku mungkin terlihat bodoh, meninggalkan semua kenyamanan ini dengan alasan yang “tidak masuk akal.” Namun, aku adalah aku. Tak akan kuijinkan oranglain mengontrol hidupku seolah-olah tidak bisa hidup tanpanya. “Baiklah, kalau kaumemang sudah memutuskan itu. Aku bisa apa. Meski katamu kau menyayangiku.” Suaranya terdengar parau. Tangan kanannya mengaduk-aduk secawan es campur, menyendoknya perlahan, ...

Pada Senja yang Merindu

Pada Senja yang Merindu untuk -Adriana- Pada saat seperti ini, pada saat aku menguarkan cahaya emasku Biasanya kamu menunggu di sana Kakimu terjulur di ombak yang berbuih Di tepian pantai Dengan senyum dan mata jernihmu, kamu berbisik, “Senja, janganlah kamu meninggalkanku” Pada saat senja seperti ini, pada saat aku hendak menuju peraduanku Kamu selalu datang dan menatapku Kamu bisikkan sebuah cerita Tentang Mr. Frozen yang kamu rindu Siapakah dia? Aku tak perlu tahu Cukup sudah kamu percaya kepadaku untuk mendengar bisikan ceritamu Kemilau cahaya di matamu, cukup sudah menggambarkan rasamu tentangnya, Mr. Frozen Senja kali ini, aku bersinar begitu keemasan Ingin kutunda kepergianku Aku menanti kedatanganmu Beberapa menit berlalu Aku masih menunggu Namun, siluetmu tak jua menyapaku Ada apa denganmu? Sinar keemasanku semakin pudar Waktuku hampir habis, siluetmu masih juga belum menyapaku Kemudian, angin mengabarkanku Bahwa kamu tak bisa menatap kepergian...