0
www.kandhani.net
Jemari-jemari lentikmu menggenggam calon penghuni baru. Ruang sempit ini kamu jejali lagi dengan satu sosok baru. Penghuni baru kali ini ukurannya lebih kecil dibandingkan semua penghuni lama. Meski menambah sesak, namun merupakan kebahagiaan sendiri bagi penghuni lama karena mereka yakin jika akan mendapatkan cerita yang menakjubkan darinya.
 Para penghuni ruangan ini mempunyai berbagai macam cerita, berbeda warna dan tentu saja mempunyai latar belakang yang tidak sama sehingga mereka terdampar di ruangan ini. Kamu yang menyatukan mereka di ruang yang jarang kamu sapa. Para penghuni hanya bisa menatapmu, yang sosokmupun jarang mereka jumpa. Meski begitu, di suatu waktu di akhir minggu, kamu akan menghabiskan waktu dengan mereka, itu membuat mereka merasa bahagia karena akan ada kesempatan untuk bersamamu barang semenit saja.
 Hari-hari menunggumu, mereka habiskan untuk saling bertukar cerita. Tentu saja kali ini giliran penghuni baru yang harus bercerita. Mereka terdiam menunggu cerita yang selalu terdengar menakjubkan dan membuat mereka membayangkan dunia yang begitu luas dengan penuh aneka rupa penghuninya.
“Aku dikirim oleh seorang wanita. Aku terbang melintasi laut dan harus berpisah dengannya yang masih berada di pulau seberang sana,” penghuni baru memulai sebuah cerita. Penghuni lama dengan seksama mendengar ceritanya.
“Kamu dengarkah degub jantung wanita itu ketika akan mengirimmu ke sini?” tanya penghuni lama yang berwana hitam dengan gambar kereta di depannya.
“Iya, degubnya begitu berbeda. Sepertinya lebih kencang daripada biasanya. Iya, iya…aku paham karenanya. Dia mengirimku karena satu alasan yaitu cinta,” penghuni baru menggumam sendiri menyadari alasan sebenarnya hinga dia sampai di ruangan ini bersama dengan para penghuni lama.
Penghuni lama masih mendengarkan ceritanya. Cerita yang sungguh menakjubkan, tentang seseorang yang begitu mencintai kertas-kertas berisi cerita, hingga dunianya hanya antara kertas-kertas yang penuh cerita.
“Kalau aku mempunyai cerita tentang cinta. Cinta yang begitu lembut, begitu romantis. Namun, tetap realistis,” suara penghuni lama berwaran merah jambu bersuara ketika penghuni baru selesai bercerita.
“Kalau aku mempunyai bercerita tentang nasehat-nasehat, cerita pengobat luka agar manusia tidak putus asa,” suara penghuni lama berwarna putih dengan gambar seornag lelaki berkopiah di depannya.

Tiba-tiba mereka semua terdiam, ketika kamu mendekat dan mengambil penghuni baru, melenggang dan menghilang dari penglihatan. Berhari-hari penghuni baru tak kembali. Meski ada rasa iri, tapi mereka menyadari jika penghuni baru di kirim oleh seorang wanita dengan degub di dada yang berbeda untuk kamu. Degub itu mengalunkan nada cinta. Meskipun tanpa kamu tahu, para penghuni lama juga dikirim dari wanita yang mempunyai degub dada yang berbeda, mengalunkan nada cinta. Cinta untuk kamu. (end)

Post a Comment

 
Top