Skip to main content

LUKA

www.pixabay.com

Aku belum tahu maknanya
Ketika Tuhan mempertemukanku kembali denganmu
Satu dasawarsa lebih telah berlalu
Ketika ingatanku pun sudah luruh melupakan bayangmu
Hingga ketika waktu
Tanpa sengaja mempertemukanmu lagi
Tiba-tiba hatiku tersayat kembali

Kamu tahu rasanya hati yang terluka?
Seperti luka kulit kita yang permukaannya sembuh
Tetapi tetap meninggalkan parut dikulit ari nya
Bahwa luka itu tak pernah sembuh sesungguhnya

Ah aku tidak menampik takdir
Hanya caramu yang membuatku getir

Aku sudah tahu kini
Takdirku lebih baik dari yang ku kira
Meski luka itu sedikit terbuka
Dengan mempertemukanmu
Begitulah cara Tuhan menyembuhkan lukaku
Karena aku kini tahu siapa dirimu


#ODOP menulis setiap hari

#Aku nggak berhasil nulis analogi

Comments

  1. aku maafkan mb wid, klo ga bisa nulis analogi, hihihi, apa hubungannya yaaa

    ReplyDelete
  2. Itu sudah termasuk analogi mbk Wid... ^^

    ReplyDelete
  3. Luka, bingung mau menulis apa... hehehe

    Nah loh

    ReplyDelete
  4. Lha aku baper mode on... kenapa hari ini aku baperan yah?

    ReplyDelete
  5. Bagus gini kok Mba tulisannya. Semangaaaattt...semangaaaattt!!!!

    ReplyDelete
  6. Itu sudah ada Analoginya ..
    Aku jg masih gagal beranalogi.
    #PokokeNulis

    ReplyDelete
  7. -no comment-


    *sy jg bingung buat analogi 😁

    ReplyDelete
  8. Ah mba wiwid suka nggak pedean dech... puisinya itu loh baper banget... aku jadi teringat pada seseorang yang telah meminjam serelung hatiku begitu lama dan belum dia kembalikan sampai sekarang. Seperti barang di pegadaian yang tersimpan sepi karena tak ada yang menebusnya dan saat lelangpun tak ada yang mau membelinya. Jangan kau gadaikan hatiku wahai Cinta... aku sudah ada yang punya. assekkk...

    ReplyDelete
  9. Ah mba wiwid suka nggak pedean dech... puisinya itu loh baper banget... aku jadi teringat pada seseorang yang telah meminjam serelung hatiku begitu lama dan belum dia kembalikan sampai sekarang. Seperti barang di pegadaian yang tersimpan sepi karena tak ada yang menebusnya dan saat lelangpun tak ada yang mau membelinya. Jangan kau gadaikan hatiku wahai Cinta... aku sudah ada yang punya. assekkk...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BELAJAR DARI LAGU SHAKIRA, TRY EVERYTHING

sumber:www.bbc.co.uk I mess up tonight, I lost another fight I still mess up, but I’ll just start again I keep falling down, I keep on hitting the ground I always get up now to see what the next I won’t give up, no I won’t give in Till I reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try eventhough I could fail I won’t give up, no I won’t give in Till I Reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try everything eventhough I could fail Potongan lirik lagu Shakira di atas sangat memotivas kita untuk tidak menyerah, mencoba sampai akhir. Kemudian mencoba lagi meski tahu mungkin akan gagal. Sudah berapa kali kamu kalah, berputus asa dan terpuruk, Kemudian merasa berat untuk bangkit lagi? Mungin bisa dengarkan lagu Shakira Try Everything dan memahami makna yang disampaikan dalam lagunya. Lagu ini merupakan soundtrack film Zootopia. Film yang juga keren dan sarat...

HERO

www.pixabay.com Pagi ini kita berbincang, di hari yang kita menyebutnya adalah hari pahlawan. Kau selalu bertanya padaku apa makna pahlawan bagiku. Ketika aku telah menjawabnya kau hanya tertegun, meski mnyetujuinya namun parasmu tidak memancarkan kepuasan atas jawabku. Kau bilang engkau tahu, ketika para pejuang bangsa Indonesia yang telah gugur itu di anugerahi predikat sebagai seorang pahlawan. Engkaupun tahu, kedua orang tua yang telah membesarkanmu itu adalah juga pahlawan. Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi kebahagiaan dan masa depanmu yang cerah. Kau pun tahu jika guru yang telah mendidik kita, di anugerahi predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

PERANG

google search “Mas, Mas, tangi o tho. Kuwi lho ono perang baratha Yudho neh,” bojoku Tanti kami girapen nggugah turu awanku. “Sopo sing perang eneh?” aku sing isik kriyip-kriyip tangi turu isik rung ngeh karo sing diomongne Tanti. “Sopo neh Mas. Kuwi lho tonggo sebelah. Lah kae krungu barang pating krompyang. Koyone ono piring po gelas mabur kae Mas,” Tanti nyritakke kedadeane. Aku ro Tanti meneng. Nyoba ngrungokne kahanan sebelah. Kupingku tak panjengke. Krungu suarane tonggo sebelah sing kami saut-sauten, bengak bengok, ning ra patio jelas suarane, krungu soko omahku. “Ben, nengno ae Dik. Wis biasa to kuwi. Lha krungu ora masalahe ki opo?” aku takon karo Tanti sing praupan raine sajak sepaneng. “Lah yo ra ngerti mas. Wong aku bar ko warung, tuku kopi ki lho. Mung krungu pating klemotheng, pating grombyang soko omah sebelah kui Mas,” jawabe Tanti rodho bingung. “Ning mesakne anake kae lho Mas. Kae lho do nangis kekejer, sajake keweden. Piye iki Mas?” samb...