Skip to main content

SEPOTONG CERITA Bag.1

         
www.pixabay.com
       Kakiku melangkah menuju rumah kecil malam itu, ah belum malam benar untuk kota Batam yang selalu hidup 24 jam. Jarum jam pendek baru menunjukkan angka 9. Ku ketuk pintu rumah bercat putih itu. Tiada orang menyahut. Kuputar pintu anak kunci. Ya, aku memang memiliki kunci rumah mungil ini. Dua tahun yang lalu aku sempat menempatinya.

          Rumah sepi, dua pintu kamar sama-sama tertutup. Namun terdengar suara berisik di dalam kamar. Tangan kananku sudah siap mengetuk, namun ku urungkan. Aku hanya berdiri tegak mematung di depan kamar. Entah apa yang terlintas di kepalaku saat itu. Aku pun tidak tahu tujuanku ke rumah mungil ini, hati kecilku yang membawa kakiku melangkah ke sini.

         Aku masih mematung ketika kamar pintu terbuka untuk beberapa saat. Pemandangan di depan mataku membuatku ingin menjerit seketika. Namun entah mengapa justru hatiku terasa sakit dan nelangsa, semua menjadi satu. Tatapan matanya yang seolah menyiratkan rasa tidak bersalah membuat darahku naik ke ubun-ubun. Tetapi bibirku kelu. Kemudian hatiku terasa ngilu dan kemudian airmata mengalir perlahan. Aku berlari meninggalkannya.


     Ku telungkupkan wajahku di atas pembaringan, menahan rasa sakit dan sedih yang datang bersamaan. Ah, dua wajah itu menari- nari terus di kepalaku. Aku harus melakukan sesuatu. 

Bersambung

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

BELAJAR DARI LAGU SHAKIRA, TRY EVERYTHING

sumber:www.bbc.co.uk I mess up tonight, I lost another fight I still mess up, but I’ll just start again I keep falling down, I keep on hitting the ground I always get up now to see what the next I won’t give up, no I won’t give in Till I reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try eventhough I could fail I won’t give up, no I won’t give in Till I Reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try everything eventhough I could fail Potongan lirik lagu Shakira di atas sangat memotivas kita untuk tidak menyerah, mencoba sampai akhir. Kemudian mencoba lagi meski tahu mungkin akan gagal. Sudah berapa kali kamu kalah, berputus asa dan terpuruk, Kemudian merasa berat untuk bangkit lagi? Mungin bisa dengarkan lagu Shakira Try Everything dan memahami makna yang disampaikan dalam lagunya. Lagu ini merupakan soundtrack film Zootopia. Film yang juga keren dan sarat...

HERO

www.pixabay.com Pagi ini kita berbincang, di hari yang kita menyebutnya adalah hari pahlawan. Kau selalu bertanya padaku apa makna pahlawan bagiku. Ketika aku telah menjawabnya kau hanya tertegun, meski mnyetujuinya namun parasmu tidak memancarkan kepuasan atas jawabku. Kau bilang engkau tahu, ketika para pejuang bangsa Indonesia yang telah gugur itu di anugerahi predikat sebagai seorang pahlawan. Engkaupun tahu, kedua orang tua yang telah membesarkanmu itu adalah juga pahlawan. Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi kebahagiaan dan masa depanmu yang cerah. Kau pun tahu jika guru yang telah mendidik kita, di anugerahi predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

PERANG

google search “Mas, Mas, tangi o tho. Kuwi lho ono perang baratha Yudho neh,” bojoku Tanti kami girapen nggugah turu awanku. “Sopo sing perang eneh?” aku sing isik kriyip-kriyip tangi turu isik rung ngeh karo sing diomongne Tanti. “Sopo neh Mas. Kuwi lho tonggo sebelah. Lah kae krungu barang pating krompyang. Koyone ono piring po gelas mabur kae Mas,” Tanti nyritakke kedadeane. Aku ro Tanti meneng. Nyoba ngrungokne kahanan sebelah. Kupingku tak panjengke. Krungu suarane tonggo sebelah sing kami saut-sauten, bengak bengok, ning ra patio jelas suarane, krungu soko omahku. “Ben, nengno ae Dik. Wis biasa to kuwi. Lha krungu ora masalahe ki opo?” aku takon karo Tanti sing praupan raine sajak sepaneng. “Lah yo ra ngerti mas. Wong aku bar ko warung, tuku kopi ki lho. Mung krungu pating klemotheng, pating grombyang soko omah sebelah kui Mas,” jawabe Tanti rodho bingung. “Ning mesakne anake kae lho Mas. Kae lho do nangis kekejer, sajake keweden. Piye iki Mas?” samb...