Skip to main content

Pada Senja yang Merindu



Pada Senja yang Merindu
untuk -Adriana-

Pada saat seperti ini, pada saat aku menguarkan cahaya emasku
Biasanya kamu menunggu di sana
Kakimu terjulur di ombak yang berbuih
Di tepian pantai
Dengan senyum dan mata jernihmu, kamu berbisik, “Senja, janganlah kamu meninggalkanku”

Pada saat senja seperti ini, pada saat aku hendak menuju peraduanku
Kamu selalu datang dan menatapku
Kamu bisikkan sebuah cerita
Tentang Mr. Frozen yang kamu rindu
Siapakah dia?
Aku tak perlu tahu
Cukup sudah kamu percaya kepadaku untuk mendengar bisikan ceritamu
Kemilau cahaya di matamu, cukup sudah menggambarkan rasamu tentangnya, Mr. Frozen

Senja kali ini, aku bersinar begitu keemasan
Ingin kutunda kepergianku
Aku menanti kedatanganmu
Beberapa menit berlalu
Aku masih menunggu
Namun, siluetmu tak jua menyapaku
Ada apa denganmu?

Sinar keemasanku semakin pudar
Waktuku hampir habis, siluetmu masih juga belum menyapaku
Kemudian, angin mengabarkanku
Bahwa kamu tak bisa menatap kepergianku Tubuhmu lemah berbaring di sana
Lidahmu ngilu mencecap nikmatnya kopi hangat
Ah, kamu sedang lara
Semoga esok lusa kamu bisa menyapaku lagi
Dan kita berbincang tentang Mr. Frozen yang kamu rindui

Pada petang yang meluruhkan jingga sore itu
Aku bertanya kepadamu
Bagaimana jika Mr. Frozen bertanya kepadamu, “Apakah yang kamu mau dariku sebagai pengobat rindumu?”
Kudengar suaramu menjawab dengan penuh seksama, “Sedehana, cukuplah suaramu sebagai penawarnya.

Batam, 23 January 2017





Comments

  1. Wow.. Ada Mr. Frozennya. 😀
    Kreatif.

    ReplyDelete
  2. Ahsiiikk... Ngena nih pasti ke kak Na.. Suka bund ;)

    ReplyDelete
  3. Aku iri... ingin bisa menulis sebagus ini...

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Mr frozen ki sopo thow mbak wid? Kepo aku... 😀😀😀

      Delete
    2. Mr frozen ki sopo thow mbak wid? Kepo aku... 😀😀😀

      Delete
    3. Mr Frozen tuh judul bukunya Mb Na bedah kemarin mitha

      Delete
  5. Diem diem mbak wid romantis juga yaaaa

    ReplyDelete
  6. Kereen mbak wid!
    Lanjutkan!
    Mr. Frozen menunggumu!

    #eh

    ReplyDelete
  7. Senja yg ditaqdirkan bisa berbicara...mampu berkomunikasi dg kilauan laut...kolaborasi alam yg indah...
    Hehehe
    Mntaap mbak

    ReplyDelete
  8. Senja yg ditaqdirkan bisa berbicara...mampu berkomunikasi dg kilauan laut...kolaborasi alam yg indah...
    Hehehe
    Mntaap mbak

    ReplyDelete
  9. Asyiiik...Aku juga mau dibikinin puisi juga aaah...hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

BELAJAR DARI LAGU SHAKIRA, TRY EVERYTHING

sumber:www.bbc.co.uk I mess up tonight, I lost another fight I still mess up, but I’ll just start again I keep falling down, I keep on hitting the ground I always get up now to see what the next I won’t give up, no I won’t give in Till I reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try eventhough I could fail I won’t give up, no I won’t give in Till I Reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try everything eventhough I could fail Potongan lirik lagu Shakira di atas sangat memotivas kita untuk tidak menyerah, mencoba sampai akhir. Kemudian mencoba lagi meski tahu mungkin akan gagal. Sudah berapa kali kamu kalah, berputus asa dan terpuruk, Kemudian merasa berat untuk bangkit lagi? Mungin bisa dengarkan lagu Shakira Try Everything dan memahami makna yang disampaikan dalam lagunya. Lagu ini merupakan soundtrack film Zootopia. Film yang juga keren dan sarat...

HERO

www.pixabay.com Pagi ini kita berbincang, di hari yang kita menyebutnya adalah hari pahlawan. Kau selalu bertanya padaku apa makna pahlawan bagiku. Ketika aku telah menjawabnya kau hanya tertegun, meski mnyetujuinya namun parasmu tidak memancarkan kepuasan atas jawabku. Kau bilang engkau tahu, ketika para pejuang bangsa Indonesia yang telah gugur itu di anugerahi predikat sebagai seorang pahlawan. Engkaupun tahu, kedua orang tua yang telah membesarkanmu itu adalah juga pahlawan. Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi kebahagiaan dan masa depanmu yang cerah. Kau pun tahu jika guru yang telah mendidik kita, di anugerahi predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

PERANG

google search “Mas, Mas, tangi o tho. Kuwi lho ono perang baratha Yudho neh,” bojoku Tanti kami girapen nggugah turu awanku. “Sopo sing perang eneh?” aku sing isik kriyip-kriyip tangi turu isik rung ngeh karo sing diomongne Tanti. “Sopo neh Mas. Kuwi lho tonggo sebelah. Lah kae krungu barang pating krompyang. Koyone ono piring po gelas mabur kae Mas,” Tanti nyritakke kedadeane. Aku ro Tanti meneng. Nyoba ngrungokne kahanan sebelah. Kupingku tak panjengke. Krungu suarane tonggo sebelah sing kami saut-sauten, bengak bengok, ning ra patio jelas suarane, krungu soko omahku. “Ben, nengno ae Dik. Wis biasa to kuwi. Lha krungu ora masalahe ki opo?” aku takon karo Tanti sing praupan raine sajak sepaneng. “Lah yo ra ngerti mas. Wong aku bar ko warung, tuku kopi ki lho. Mung krungu pating klemotheng, pating grombyang soko omah sebelah kui Mas,” jawabe Tanti rodho bingung. “Ning mesakne anake kae lho Mas. Kae lho do nangis kekejer, sajake keweden. Piye iki Mas?” samb...