Skip to main content

Don't Go!


Telingaku sudah merekam dengan baik nada dan jumlah ketukan dari ujung ruas jemari tanganmu saat mengetuk pintu rumahku dan semakin membuatku menggigil. Aku tak ingin ini terjadi.

Ketukan itu terdengar lagi. Kuseret kaki menuju pintu. Tanganku masih menggigil saat gagang pintu kutarik, tak sanggup rasanya menatapmu kali ini.  Sosok tubuh tinggi dengan raut wajah sedikit redup menatapku, tatap matanya penuh binar cinta. Bibirmu yang sedikit menghitam menawarkan senyum. Rambutmu yang mulai memanjang sebahu, diikat rapi, beberapa helai rambut di dahi kamu biarkan tertiup angin.

Kita saling membisu dalam tatap penuh cinta. Detak dada ini semakin bergemuruh. Andai boleh, rasanya ingin berlari memeluk dada bidangmu dan membisikkan kata-kata,”Jangan pergi!”.

“Aku pamit,” bibirmu lirih berucap.

Bibirku hanya bergetar, tidak ada kata-kata yang sanggup kuucapkan. Kenangan bersamamu tentu akan menghantui hari-hariku. Ketika kita berbincang tentang tulisanku yang kamu bilang super melankolis. Kemudian kita tertawa bersama. Begitu seterusnya. Hatiku pasti akan merindukanmu.

“Aku pergi,” ucapmu lagi menatapku sendu. Airmataku hampir luruh, meski binar matamu membuat hatiku berbunga.

“Aku pasti kembali,” ucapmu sesaat sebelum melangkah pergi. Kutatap punggung bidangmu, rambutmu yang bergoyang tertiup angin, kurekam semuanya sebelum hilang ditelan kelokan jalan.

“Kun, jangan pergi!” teriakku hampa.

###FF romance

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR DARI LAGU SHAKIRA, TRY EVERYTHING

sumber:www.bbc.co.uk I mess up tonight, I lost another fight I still mess up, but I’ll just start again I keep falling down, I keep on hitting the ground I always get up now to see what the next I won’t give up, no I won’t give in Till I reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try eventhough I could fail I won’t give up, no I won’t give in Till I Reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try everything eventhough I could fail Potongan lirik lagu Shakira di atas sangat memotivas kita untuk tidak menyerah, mencoba sampai akhir. Kemudian mencoba lagi meski tahu mungkin akan gagal. Sudah berapa kali kamu kalah, berputus asa dan terpuruk, Kemudian merasa berat untuk bangkit lagi? Mungin bisa dengarkan lagu Shakira Try Everything dan memahami makna yang disampaikan dalam lagunya. Lagu ini merupakan soundtrack film Zootopia. Film yang juga keren dan sarat...

HERO

www.pixabay.com Pagi ini kita berbincang, di hari yang kita menyebutnya adalah hari pahlawan. Kau selalu bertanya padaku apa makna pahlawan bagiku. Ketika aku telah menjawabnya kau hanya tertegun, meski mnyetujuinya namun parasmu tidak memancarkan kepuasan atas jawabku. Kau bilang engkau tahu, ketika para pejuang bangsa Indonesia yang telah gugur itu di anugerahi predikat sebagai seorang pahlawan. Engkaupun tahu, kedua orang tua yang telah membesarkanmu itu adalah juga pahlawan. Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi kebahagiaan dan masa depanmu yang cerah. Kau pun tahu jika guru yang telah mendidik kita, di anugerahi predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

PERANG

google search “Mas, Mas, tangi o tho. Kuwi lho ono perang baratha Yudho neh,” bojoku Tanti kami girapen nggugah turu awanku. “Sopo sing perang eneh?” aku sing isik kriyip-kriyip tangi turu isik rung ngeh karo sing diomongne Tanti. “Sopo neh Mas. Kuwi lho tonggo sebelah. Lah kae krungu barang pating krompyang. Koyone ono piring po gelas mabur kae Mas,” Tanti nyritakke kedadeane. Aku ro Tanti meneng. Nyoba ngrungokne kahanan sebelah. Kupingku tak panjengke. Krungu suarane tonggo sebelah sing kami saut-sauten, bengak bengok, ning ra patio jelas suarane, krungu soko omahku. “Ben, nengno ae Dik. Wis biasa to kuwi. Lha krungu ora masalahe ki opo?” aku takon karo Tanti sing praupan raine sajak sepaneng. “Lah yo ra ngerti mas. Wong aku bar ko warung, tuku kopi ki lho. Mung krungu pating klemotheng, pating grombyang soko omah sebelah kui Mas,” jawabe Tanti rodho bingung. “Ning mesakne anake kae lho Mas. Kae lho do nangis kekejer, sajake keweden. Piye iki Mas?” samb...