Skip to main content

OCD : Hidup Sehat Ala Dedi Corbuzier

www.tohazakaria.com
Judul             : OCD Obsessive Corbuzier Diet
Penulis            : Dedi Corbuzier
Penerbit           : PT Bhuana Ilmu Populer
Cetakan           : Cetakan 3, November 2013
Jumlah Halaman    : 109 Halaman
No Anggota IKAPI   : 246/DKI/04

Siapa yang tak kenal dengan Dedi Corbuzier? Salah satu mentalist Indonesia yang sangat terkenal ditambah dengan dandanan nyentriknya, kepala botak dan eyeshadow hitam saat edang berperan sebagai mentalist.
Namun, adakah yang kenal dengan OCD? Salah satu gaya hidup sehat Dedi yang ditawarkan kepada kita terutama bagi yang memiliki kelebihan berat badan.
OCD (Obsessive Corbuzier Diet) adalah salah satu teori diet yang Dedi terapkan dan praktekkan untuk dirinya sendiri dan kemudian menjadi gaya hidupnya.
OCD menawarkan pola hidup sehat yang tidak membatasi jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh, hanya saja membatasi waktu makan yang di sebut dengan jendela makan.
Pola diet ala Dedi ini mudah diterapkan terlebih jika sudah terbiasa berpuasa. Selain tidak membatasi jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh kita (dengan catatan tidak boleh berlebihan, tidak boleh makan balas dendam setelah jam jendela makan) pola diet ini juga mengajarkan O7W yaitu exercise selama tujuh menit yang bisa kita lakukan dengan mudah di dalam rumah bahkan mungkin bisa dilakukan sambil menonton TV bahkan memasak.
Jendela makan di dalam pola diet ini adalah waktu makan yang diperbolehkan dari 24 jam sehari yang kita miliki. Waktu makan tersebut adalah 8 jam dari 24 jam, 6 jam dari 24 jam, 4 jam dari 24 jam. Selebihnya adalah waktu puasa dalam OCD, tenang kita masih diperbolehkan minum sebab sitem puasa di dalam OCD ini sendiri hanya istilah agar mempermudah kita mengingat kapan saat diperbolehkan makan dan kapan tidak (di mana di dalam islam jika berniat puasa tidak diperbolehkan makan dan minum dari terbit fajar hingga matahari terbenam)
Mau mencoba pola hidup sehat ala OCD Dedi? Saya sendiri pernah melakukan pola diet ini dan dalam sebulan turun 3 kg.
Anda tertarik? Baca buku ini dan terapkan pola hidup sehat yang dijabarkan dalam hidup ini.

Selamat membaca!

#Tugas RCO

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR DARI LAGU SHAKIRA, TRY EVERYTHING

sumber:www.bbc.co.uk I mess up tonight, I lost another fight I still mess up, but I’ll just start again I keep falling down, I keep on hitting the ground I always get up now to see what the next I won’t give up, no I won’t give in Till I reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try eventhough I could fail I won’t give up, no I won’t give in Till I Reach the end and then I’ll start again No I won’t leave, I wanna try everything I wanna try everything eventhough I could fail Potongan lirik lagu Shakira di atas sangat memotivas kita untuk tidak menyerah, mencoba sampai akhir. Kemudian mencoba lagi meski tahu mungkin akan gagal. Sudah berapa kali kamu kalah, berputus asa dan terpuruk, Kemudian merasa berat untuk bangkit lagi? Mungin bisa dengarkan lagu Shakira Try Everything dan memahami makna yang disampaikan dalam lagunya. Lagu ini merupakan soundtrack film Zootopia. Film yang juga keren dan sarat...

HERO

www.pixabay.com Pagi ini kita berbincang, di hari yang kita menyebutnya adalah hari pahlawan. Kau selalu bertanya padaku apa makna pahlawan bagiku. Ketika aku telah menjawabnya kau hanya tertegun, meski mnyetujuinya namun parasmu tidak memancarkan kepuasan atas jawabku. Kau bilang engkau tahu, ketika para pejuang bangsa Indonesia yang telah gugur itu di anugerahi predikat sebagai seorang pahlawan. Engkaupun tahu, kedua orang tua yang telah membesarkanmu itu adalah juga pahlawan. Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi kebahagiaan dan masa depanmu yang cerah. Kau pun tahu jika guru yang telah mendidik kita, di anugerahi predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

PERANG

google search “Mas, Mas, tangi o tho. Kuwi lho ono perang baratha Yudho neh,” bojoku Tanti kami girapen nggugah turu awanku. “Sopo sing perang eneh?” aku sing isik kriyip-kriyip tangi turu isik rung ngeh karo sing diomongne Tanti. “Sopo neh Mas. Kuwi lho tonggo sebelah. Lah kae krungu barang pating krompyang. Koyone ono piring po gelas mabur kae Mas,” Tanti nyritakke kedadeane. Aku ro Tanti meneng. Nyoba ngrungokne kahanan sebelah. Kupingku tak panjengke. Krungu suarane tonggo sebelah sing kami saut-sauten, bengak bengok, ning ra patio jelas suarane, krungu soko omahku. “Ben, nengno ae Dik. Wis biasa to kuwi. Lha krungu ora masalahe ki opo?” aku takon karo Tanti sing praupan raine sajak sepaneng. “Lah yo ra ngerti mas. Wong aku bar ko warung, tuku kopi ki lho. Mung krungu pating klemotheng, pating grombyang soko omah sebelah kui Mas,” jawabe Tanti rodho bingung. “Ning mesakne anake kae lho Mas. Kae lho do nangis kekejer, sajake keweden. Piye iki Mas?” samb...