6


Sore itu HP ku bergetar. 
Ku tolehkan kepalaku menatap layarnya. Sebuah nama tertera, pemilik nama itu sungguh sangat aku kenal. Segera ku gapai HP dan ku dekatkan ke telingaku. Tiada suara terdengar meski sudah beberapa kali salam ku ucapkan.  Kemudian aku terdiam dan kutajamkan pendengaranku. Terdengar suara isak tangis di sana. Aku termangu, pikiranku melayang, membayangkan hal-hal buruk menimpa saudariku di sana.

Lima menit kemudian dia masih dalam isak tangis, dan panggilan di hentikan. Ku coba mnghubungi dia lagi. Tersambung dan sebuah suara dengan nada tersengal-sengal karena menahan isak tangis terdengar dari seberang. Ku tajamkan kembali pendengaranku. Meluncurlah cerita sedih darinya. Ku dengarkan dengan seksama. Di akhir cerita dia kembali menangis terisak.

Jika dekat ingin ku rengkuh dia dalam pelukanku. Rumah tangganya sedang di uji. Dia tahu resikonya menjadi istri dan ibu. Namun begitu masalah yang bertubi-tubi akhirnya menjebol dinding kesabarannya. Hal yang selama ini ia simpan akhirnya ia harus tumpah ruahkan. Aku memaklumi. Seorang wanita terpelajar, menyelesaikan S2nya di UNS. Kini harus di rumah dan jauh dari sanak saudara sejak dia memutuskan untuk menikah. Menjaga dua anak balita dengan selisih usia hanya 1 tahun saja. Tentu tidak mudah.

Di ujung percakapan kusampaikan agar banyak bersabar dan jika setiap rumah tangga itu akan di uji. Di uji dari bermacam sudut. Maka datanglah dan peluklah Allah. Allah hanya ingin menaikkan derajat kita. Dan selalu bergantunglah kepada Allah, jangan sekalipun menggantungkan harapanmu kepada suamimu. Karena jika tidak sesuai dengan yang kau harapkan, kamu niscaya akan selalu kecewa. Dan bayangkan jika setiap hari harus merasa kecewa padahal hidup selalu bersamanya.

Allah lagi lagi dan lagi

#ODOP Semangat menulis setiap hari



Post a Comment

  1. Benar Allah, Allah, dan selallu Allah

    ReplyDelete
  2. Mengadukan resah dan gelisah terutama dan utama kepada Allah ^^

    ReplyDelete
  3. Gk bisa coment apa2, kl tema Doa dan Islami begini, otak saya ndak nutut.
    Btw kereeen ... bikin saya grogi membacanya, krn banyak kata asma-NYA.

    ReplyDelete
  4. Allah....tempat paling sempurna untuk mengadu dan memohon pertolongan

    ReplyDelete
  5. Allah sebaik-baik tempat kembali..

    ReplyDelete

 
Top