16
www.blog.bhaktiutama.com
 Selalu ditatapnya Gadis berjilbab biru rapi. Entah sejak kapan matanya selalu mengikuti gerak-geriknya. Gadis itu selalu melewati koridor ini. Setiap jam berdentang Sembilan kali atau justru hanya satu kali. Ben selalu di tempat sama, Smoking area. Gadis itu berjalan merunduk dengan beberapa buku di dekapannya, seolah takut buku itu terlepas dari pelukannya.
Ben tahu tempat yang di tuju. Ben selalu di tempat yang sama dan Gadis itu selalu dengan keadaan yang sama saat lewat di hadapannya.
“Hi gadis, mau kemana” usilnya suatu siang
Gadis itu menghentikan langkahnya. Menoleh sesaat kepada Ben yang menatapnya tanpa ekspresi. Sebatang rokok terselip di jemarinya. Asap mengepul dari mulutnya. Gadis berkerudung biru merunduk dan diam membisu. Kakiya setengah berlari meninggalkan Ben yang semakin kuat menghisap rokoknya.
Ben tak mengerti, mengapa masih ada gadis seperti itu. Menghabiskan waktu dengan buku. Diedarkannya pandangan, ketika matanya menangkap gadis-gadis lainnya sedang asyik bercengkerama dengan Handphone keluaran terbaru ditangannya. Sedangkan gadis itu tidak pernah sekalipun menggenggam handphone di tangannya, hanya tumpukan buku di dekapannya. Hmm gadis aneh, pikirnya.
##
“Cepat ikut aku” Ben menarik tangan gadis itu
“Jangan”, teriak gadis itu.
“Diam kataku”. Gadis itu akhirnya menyeret langkahnya mengikuti Ben dengan wajah ketakutan.
“Akan kutunjukkan surga padamu” ucap Ben tanpa ekspresi, dan segera menstater jazznya hingga melaju dengan cepat membelah jalanan.
Gadis berkerudun biru meringkuk ketakutan di jok belakang. Wajahnya pias, bibirnya hanya bisa merapal doa.
Ben menghentikan mobilnya di sebuah rumah megah bertingkat dua di sebuah kawasan elite. Gadis berkerudung biru semakin kuat merapal doanya. Ini seolah mimpi buruk baginya. Rumah itu tampak sunyi. Pikiran buruk terus menghantuinya. Gadis itu tahu lelaki itu adalah Ben, cerita yang kurang baik tentangnya sering ia dengar dari teman-temannya. Buku-buku dalam dekapannya semakin ia peluk erat.
“Cepat ikuti aku” Suara Ben mengejutkan gadis itu. Kakinya melangkah pelan mengikuti Ben. Tidak ada siapapun di rumah itu selain Ben. Sunyi. Gadis itu menggigil ketakutan.
“Mau kau apakan aku Ben?” Tanya Gadis itu. Ben diam, wajahnya masih tanpa eksresi.
Ben Menarik tangan si Gadis menuju lantai dua. Si Gadis semakin pucat pasi, ketika Ben mulai membuka pintu sebuah ruangan besar.
“Disinilah surgamu, nikmatilah”

Perlahan Si gadis pulih dari rasa ketakutan yang menderanya. Diedarkan pandangannya ke tiap inchi ruangan. Si gadis mulai tahu maksud Ben. Ruangan luas itu terlihat surga bagi Si gadis. Ruangan itu adalah perpustakaan pribadi keluarga Ben.

#Belajar menulis cerpen
#ODOP

Post a Comment

  1. Mbak Wiwid berhasil bikin aku tegang dan ternyata....

    Keren.^^

    ReplyDelete
  2. hahahaha, aku kenaaaa, salut sm mb wid, berhasil mengecohku

    ReplyDelete
  3. Aku jg ketipu ...
    Kompor Gasssss kata pakde Indro
    Kerenn

    ReplyDelete
  4. Mbak wiwid....keren..caranya memainkan emosi aq...ikut merinding aq...meski endingnya bikin hati meleleh.....hehehe

    ReplyDelete
  5. thanks teman-teman sudah mampir, ini lagi belajar menulis cerpen

    ReplyDelete
  6. Duh aku kira tadi... hahahah ah sudahlah

    ReplyDelete
  7. Duh aku kira tadi... hahahah ah sudahlah

    ReplyDelete
  8. Ahhh aku ngrasa biasa aja tuh...

    *nenanginjantung

    ReplyDelete
  9. Whew... kompor mledug ini mah.. keren mba Wied.. surprise!

    ReplyDelete
  10. Terpana baca tulisannya mb wid, kerennw

    ReplyDelete
  11. Hmn... Berhasil menipuku... Ha.. Ternyata perpus..

    ReplyDelete

 
Top