7
Membaca blog mbak Ciani Limaran saya merasa tergelitik. Menelisik diri kembali.

Berawal dari niat diri untuk membumikan semangat menulis setiap hari akhirnya bergabung dengan gru p ODOP.

www.pixabay.com


Berada di ODOP seolah-olah berada di taman gelap yang di kelilingi oleh kunang-kunang. Kunang-kunang yang kerlap-kerlip nyalanya mengerubunginku setiap waktu.  Begitu indahnya.

Kunang-kunang itu adalah tulisan teman-teman yang Indah di blognya. Dari sanalah ilmu itu mengalir.

Dan dari nyala kerlip kunang-kunang itu, menyala jugalah semangat untuk menulis setiap hari.

Jika mbak Ciani limaran mengibaratkan Blognya seperti Gubug reot yang hendak tumbang. Blog saya laksana bayi yang batru lahir, yang belum tahu mau mengolahnya seperti apa. Sedangkan membaca blog teman-teman laksana mereka anak yang sudah siap masuk SMP atau justru sudah SMA. Goresan tulisannya mereka sudah matang, diksi yang mereka gunakan sudah istimewa, ide yang cemerlang, penuturan yang sungguh mebuat mata tak ingin lepas membacanya.

Itulah mengapa mereka ku sebut kunang-kunang di taman gelap.


#ODOP menulis setiap hari



Post a Comment

  1. waduuuh mb wid, blogku jg lom jelas, mau dibawa kemana? ky lagu gitu, hehehe

    ReplyDelete
  2. Kalo mbk Wid mengibaratkan bayi yang baru lahir. Lah aku berarti masih janin :D

    ReplyDelete
  3. Blog saya malah masih berbentuk sel telur yg blm dibuahi ... blm jadi janin, apalagi bayi,
    Heheee

    ReplyDelete
  4. Ini apalah kok pada menyombongkan bolgnya masing-masing?#ehh😅

    Kayak aku dunk blognya masih kek remah rengginang..#loh..😂😂😂😂😂

    ReplyDelete
  5. buat aku, blog mba ini udaj jadi salah satu kunang2 di odop^^


    duh, kalo blog aku (mungkin) kayak coretan2 balita yang belum mengenal huruf, hehe

    ReplyDelete

 
Top