5

Allah memang tidak akan memberikan kesia-siaan dari setiap kesempatan baik yang kita ambil. Kesempatan baik yang sebenarnya juga Allah tunjukkan agar kita mengambilnya, yang mungkin sekali itu adalah jalan terbaik yang di berikan Allah untuk menuju cita-cita kita.

Saat ini saya memilih untuk bergabung di dua komunitas. Salah satunya adalah ODOP. ODOP ini adalah sebuah komunitas yang mengharuskan kita memposting tulisan di blog pribadi kita setiap harinya. Dan disaat tulisan ini saya ketik, ODOP generasi ke dua sudah berjalan selama 3 bulan. Meski pencetus berdirinya ODOP -Bang Syaiha- ini tidak secara langsung megajarkan teori-teori menulis, tetapi dengan sedikit “paksaan” yang di haruskan menulis setiap hari, membuat kita untuk selalu belajar menangkap ide dan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Seperti semboyan beliau yang berbunyi “Menulislah untuk keabadian” atau “menulislah terus, kelak suatu hari nanti tulisanmu akan menemukan jodohnya”. Memang wahasil dengan sedikit “paksaan” dari peraturan komunitas ODOP ini, tulisan acak adul akhirnya mengisi blog setiap hari (meski kadang ngutang).


Beberapa hari lalu saya merasa bahagia, ketika sebuah notifikasi di gmail saya mengatakan bahwa salah satu nama penerbit membaca tulisan cerbung saya “Sepotong cerita”. Entah mengapa saya begitu gembira, meskipun penerbit itu tidak meninggalkan komentar dari tulisan saya. Entah mengapa bagi saya ini sebuah sinyal agar saya tetap menulis, memposting di blog, memperbaiki terus tulisan saya. Mungkin ini juga yang Bang Syaiha bilang suatu hari nanti tulisanmu akan menemukan jodohnya. Mungkin ketika tulisan saya sudah layak, Allah akan menurunkan jalan untuk tulisan-tulisan saya di baca lebih banyak orang. 

Jadi jangan berhenti menulis, tetaplah fokus, mungkin sebuah penerbit sedang mengincar tulisanmu tanpa kamu sadari.

Post a Comment

 
Top