7
           
www.pixabay.com
         Haruskah aku meninggalkannya? Tidak. Aku tidak mau. Seperti apapun keadaannya, rasa cinta kepadanya selalu membuat aku peduli. Meski terkadang sikapnya melukai hatiku.

            Bisik-bisik mulai terdengar di telingaku, selentingan buruk tentang kamu semakin sering mampir di telingaku. Banyak suara yang mengajakku untuk meninggalkanmu. Tetapi hatiku berkata jika aku harus tetap disisimu apapun terjadi. Pun aku tidak ingin meninggalkanmu seperti ini.

            Kamu memang semakin  jauh dariku.  Dan tingkahmu seperti ABG yang sedang mengalami cinta monyet.  Tidak sadar bahwa satu buah hati selalu mengamati gerak-gerikmu dan seolah terlantar terlupakan oleh kasih sayangmu.


            Di suatu senja yang masih memerah, kuingatkan akan hak buah hatimu. Namun kata-kata pedas justru keluar dari bibir mungilmu untuknya. Kubelai rambut buah hatimu, agar luka karena goresan lidahmu tidak begitu membekas di hatinya. 

              Kamu sudah berubah, tak ku kenal lagi sosokmu yang dulu.


bersambung


Post a Comment

 
Top