22
google search

Pagi tadi, sebuah pesan masuk di email saya. Sebuah notifikasi komentar disalah satu tulisan di blog saya. Komentar dari orang yang namanya baru sekali ini muncul di blog. Sebelumnya belum pernah sekalipun beliau mengomentari tulisan-tulisan saya.

“Bikin buku mbak, tulisannya bagus banget enak di bacaa :( sapa tahu bisa bikin novel atau drama karangan dikit dijadiin buku gitu hee)

Terlebih lagi tulisan yang dikomentarinya adalah tulisan yang sengaja tidak saya share di share link grup odop maupun di facebook. Tulisan yang hanya di view 17 viewer, bahkan mungkin dari 17 viewer itu beberapa diantaranya saya sendiri yang memviewnya. Saya merasa tulisan yang dia komentari itu hanyalah sebuah cerpen yang klise, sudah biasa.  Tapi saya juga tidak tahu pasti mengapa dia menyukai tulisan atau cerpen itu. Mungkin itu yang di sebut dengan takdir tulisan ya?

Sebagai seorang penulis yang sedang bercita-cita dan belajar menjadi  seorang penulis handal, kalimat-kalimat tersebut seperti air hujan yang menyirami jiwa saya. menyejukkan dan tentu saja membaurkan rasa bahagia yang tak terhingga.

Semangat untuk memperbaiki tulisan agar lebih baik dan tidak membosankan semakin kuat.

Komentar itu semakin membuat saya yakin jika tulisan itu seperti menu di restoran. Dimana setiap pembeli mempunyai selera sendiri-sendiri.

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua yang telah mengapresiasi tulisan-tulisan saya di blog. Semuanya membuat saya semakin bersemangat untuk tetap menulis. Meningkatkan kualitas tulisan saya.

Dan saya semakin yakin dengan ucaan Bang Syaiha,”Sebagus apapun tulisan, selalu ada yang bilang jelek. Lalu, sejelek apapun tulisan kita, selalu ada yang bilang bagus.”

Jadi, yuk tetap saja menulis. Tulis aja apa yang ingin kita tulis. Tak perlu risau memikirkan pembaca akan suka apa tidak. Tapi tetap juga harus ada peningkatan dari waktu ke waktu. Memperbanyak bacaan, mempelajari tulisan yang kita baca, menulis, kemudian membaca lagi, mempelajarai buku yang kita baca, menulis lagi. Begitu seterusnya, hingga kita mungkin tak mampu menulis lagi.


Mari terus berkarya.

Post a Comment

  1. Quotenya bang syaiha keren.. Tulisannya mbak wid bikin semangat nulis.. 😍😍😍

    ReplyDelete
  2. Semangat semangat.. makasih semangatnya bun wid

    ReplyDelete
  3. Waah ada stalker di blognya Mbak Wid hihi

    ReplyDelete
  4. Mba Wid nularin semangat. Makasih mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mbak Na, tulisan mbak Na selalu keren

      Delete
  5. makasih mbak wiwid, tulisan mbak selalu menjadi isnpirasi adek :)

    ReplyDelete
  6. Bener bund... Semangat nulis !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat dik Ci. yang nggak Pernah Absen menulis

      Delete
  7. Salut mbak sama tlisanny...he...slama yg dtlis adalah kbaikan, cpat tw lmbat akan mmbuahkan hasil... :)

    ReplyDelete
  8. Mba wied... aku bisa mengikuti tulisanmu dari waktu ke waktu semakin ciamik... salut!

    ReplyDelete

 
Top