![]() |
Air Asia Mendarat di KLIA1 |
9 Februari 2018 – 10 Feb 2018
Suara telepon di
seberang membuat saya ingin cepat sampai di Hotel Swissbell Inn. Sepanjang perjalanan
yang saat itu lalu lintasnya tidak terlalu padat, saya mengobrol ringan dengan
Pak Eko. Berbincang tentang bisnis tour-travel;
terutama yang melayani perjalanan umroh; saat ini begitu berkembang pesat. Teringat
juga Fisrt Travel yang perrnah viral dengan kegagagalannya membangun bisnis
travelnya.
Tak lama kemudian, mobil
berhenti di depan lobi hotel. Saya segera masuk, mencoba menelepon adik yang
saat itu sudah berada di hotel. Namun sayang, gawainya tidak dijawab. Saya langkahkan
kaki menuju resepsionis saya mencoba menanyakan nomor kamar atas nama adik
saya. Namun, mengapa tak ditemukan? Kemudian saya duduk menunggu telepon balik
dari adik.
Oya, perjalanan saya ini adalah juga menemani ibu saya yang berangkat dari Yogyakarta dan siang tadi
sudah check in terlebih dahulu di hotel ini. Selain itu ada juga adik kandung
yang menyertai perjalanan ini. Adik berangkat dari Pangkalan Bun, Kalimantan. Pun dia
juga sudah sedari tadi siang sampai di Swiss Bell Inn Hotel.
Kembali cerita di
hotel, tak lama kemudian Adik menjemput saya di lobi, membawa saya ke lantai 9.
Di sana sudah ada Abang kandung, kakak ipar dan keponakan yang mengantara ibu
dari Serang. Namun, saya segera menunaikan sholat magrib di waktu yang hampir
habis. Setelahnya melepaskan rindu dan bercengkerama dengan mereka. Pukul 22.00
wib Abang sekeluarga meninggalkan hotel. Itu juga karena kami harus segera
beristirahat di sebabkan jam 24.00 wib harus segera mempersiapkan keberangkatan ke bandara Iternational
terminal 3 menuju Malaysia.
![]() |
Bersama Kakak dan Adik di Hotel |
Jam 01.00 Wib kami
bergegas menuju bus jemputan yang akan mengantarkan kami ke bandara. Wow, saya
begitu terpesona sesaat setelah menginjakkan kaki di halaman Bandara Internasioanal
Soeta. Saya melihat Bandara Internasional terminal 3 ini sungguh memanjakan penggunanya. Fasilitas
yang lengkap dan selalu bersih. Dibandingkan dengan bandara Malaysia KLIA, jauh
lebih bagus Bandara Internasional kita.
Menunggu segala urusan
administrasi yang di selesaikan oleh petugas travel, kami duduk berbincang. Meminum
segelas teh atau kopi hangat yang di pesan dari Starbucks. Saat itu saya merasakan
bahwa ini masih seperti mimpi. Setiap tahap perjalanan membuat hati saya selalu
berkata, “Ya Alloh, benarkah ini perjalanan menuju jamuan-Mu?”
Perjalanan pagi ini akan
menuju Malaysia, jadwal penerbangan tertera pukul 05.00 wib menggunakan pesawat
Air Asia. Kurang lebih pukul 04.00 wib, pihak travel menyuruh kita untuk
memulai check in imigrasi. Dari ruang tunggu, kami berjalan cukup jauh. Jika di
pikir ulang kembali, setiap urusan di bandara mengajarkan kami untuk latihan “sa’i”.
sa’i adalah salah satu rukun umroh yang wajib di jalani. Sholat shubuh kami lakukan
di pesawat, tentu saja setelah mempersiapkan Wudhu sebelumnya.
![]() |
Menunggu keberangkatan di Bandara International Soeta |
Kurang lebih pukul
05.00 wib pesawat tinggal landas meninggalkan Jakarta menuju Malaysia. Negara yang
belum masuk dalam list mimpi untuk dikunjungi. Dari atas, Jakarta seperti
bintang-bintang, indah sekali. Kembali lirih doa berucap, “Ya Alloh, Engkau Maha
Segalanya. Lindungi perjalanan kami ini.”
(Bersambung)
![]() |
Jakarta seperti Bintang-Bintang |
Comments
Post a Comment