7
Dua hari ini grup kepenulisan yang saya ikuti justru lebih seru membahas tentang masalah jodoh dibandingkan dengan tema kepenulisan itu sendiri. Kenapa sih jodoh selalu asyik untuk di bicarakan? Bahkan bagi yang sudah menikah pun selalu bersemangat membahas masalah jodoh ini.

“Siapa tahu di grup ini ada anggota grup yang lalu klik dan berjodoh”. Ini doa seorang teman yang mendoakan teman satu grup yang sudah siap menikah dan belum dapat pendamping hidupnya.

“Kalau ada calon yang klik. Insya Allah saya siap menikah.” Ini kalimat jawaban teman saya yang saya tanya, apakah dia sudah siap menikah.

“Tentang syarat yang harus dipenuhi itu, itu bisa saja berubah jika ketemu Ikhwan yang klik dan dia yakin.” Ini nasehat senior saya dari sebuah usaha perjodohan teman saya yang tidak berlanjut.

Saya mendegar kata klik ini dalam watu yang berdekatan. Klik ini menandakan bahwa hati seseorang sudah ada rasa terpaut kepada calon nya.

Ketika seseorang akan menikah dan belum mempunyai calon yang jelas, dia biasanya akan berusaha untuk taaruf berdasarkan reomendasi teman atau orang-orag yang dipercayainya. Berbekal biodata, membaca visi dan misi pasangan adalah salah satu cara mengenal calon pasangan. Jika dari tahap ini lanjut maka akan ada proses temu fisik, dan mungkin percakapan dalam pertemuan itu untuk semakin mempunyai gambaran tentang pribadi masing-masing. Nah biasanya rasa yang mendorong untuk tetap melanjutkan dari tiap tahap proses taaruf itu di sebut klik.


Dari sanalah klik mengubah statusmu. Yang dari single menjadi double. Dan klik akhirnya mengubah duniamu.

Post a Comment

  1. Masih nunggu yang klik, pegang kunci hatiku.
    Lalu akan kusimpan kunci hatinya di relung terdalam..hihi

    ReplyDelete
  2. Klik akhirnya sampai ke blog mba wiwid :D
    salam kenal mba, kunjungan perdana nih :)

    ReplyDelete

 
Top