Skip to main content

Posts

Lebaran Kali Ini

www.kumpulandoa.my.id Lebaran kali ini banyak sekali memberikan pelajaran bagi saya. Kebetulan lebaran kali ini saya habiskan di rumah sendiri yang biasanya saya habiskan di rumah kakak ipar di Tanjung Pinang. Ucapan syukur yang tiada terkira bahwa Allah telah memasukkan saya menjadi bagian dari umat-Nya, sehingga saya bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri. Berkunjung ke tetangga, teman dan sanak saudara merupakan kebahagiaan tersendiri dan selalu memberikan pelajaran setelahnya. Pada kenyataannya jika kita sadari bahwa ketika keluar rumah, melihat dunia sekitar, maka seharusnya tidak perlu ada lagi keluh kesah yang keluar dari mulut kita. Bahwa ternyata Allah telah menganugerahkan kepada kita begitu banyak kenikmatan. Bagaimana tidak? Ini mungkin contoh sederhana ketika di suatu rumah yang kita kunjungi, entah itu teman ataupun tetangga, jamuan kuenya begitu sederhana, terasa aneh di lidah. Sedang di rumah kita, aneka kue lezat terhidang dan hingga kini masih utuh belum tersen...

Semangkuk Soto untuk Mamak

www.kuliner123.com Dering telepon menggetarkan samsung putih milik Ramdhan. Esih yang sedang asyik menyetrika hanya menatap sekilas, kemudian memanggil nama suaminya.  Lelaki kurus, berkulit gelap dengan tinggi tubuh menghampirinya riang.        Dengan nada gembira Ramdhan menerima panggilan telepon tersebut.  Esih masih sibuk menyelesaikan pekerjaan ketika Ramdhan mendekat dan berkata jika Mamak mertuanya akan berkunjung sore ini. Rasa cemas menggelora di hati Esih. Berita itu seperti guruh yang menggelegar, terdengar begitu menakutkan. Segera dicabutnya colokan setrika. Menata kembali baju-baju yang menggunung ke dalam keranjang cucian. Diedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. “Mamak ingin soto, Sih,” ujar Ramdhan pelan.        Esih hanya melongo. Soto. Makanan yang paling dihindarinya. Terakhir kali Esih makan soto ketika SMA. Namun, beberapa jam setelah Esih makan soto tersebut dia harus di rawat inap...

Mengulas Cerpen Sebentar Lagi Mati

Koleksi Pribadi Sudah pernahkah membaca cerpen-cerpen karya Gunawan Triatmojo? Kali ini saya akan mengulas sedikit dari salah satu cerpen beliau yang berjudul Sebentar Lagi Mati. Cerpen ini merupakan salah satu dari kumpulan cerpen beliau dalam buku kumcer yang berjudul Tuhan Tidak Makan Ikan. Membaca cerpen Sebentar Lagi Mati, saya mengiyakan ucapan kebanyakan penulis senior yang mengatakan jika ide itu bisa didapat dari sekitar kita. Seperti cerpen Sebentar Lagi Mati ini ditulis dengan sederhana, mengalir, mudah dipahami, tanpa diksi yang berbelit, tapi kesannya nylekit. Cerpen ini ditulis dari sudut pandang suami yang sudah mati. Cerita bermula ketika sang suami menyatakan andaikan dia mengetahui tigapuluh menit lagi akan meninggal dunia, maka dia akan melakukan apa yang diinginkan istrinya. Umurnya yang masih duapuluh delapan tahun membuat dia mengira jika waktu matinya masih lama. Tigapuluh menit terakhirnya dia awali dengan mengabaikan permintaan istrinya yang sedang ...

Lebaran Hari ke Dua

www.grid.id Subuh masih lunglai, tubuh dipeluk kelelahan. Menggeliat, memicingkan mata mengintip kalender yang masih berwarna merah. Mata terpejam, tangan memeluk guling yang meninabobokkan. Beberapa saat berlalu mentari mulai meninggi, membakar kaca-kaca jendela yang berkilau. Tubuh tersentak. Setengah limbung berjalan, air terpecik ke wajah yang masih menggambarkan mimpi. Terseok bagi zombie. Takbir dan sujud tanpa makna. Ketika usai, kembali tubuh dibuai mimpi. Kue-kue dalam toples yang membeku, tak tersentuh. Baju berwarna-warni tertumpuk di sudut kamar menatap kesal ke tubuh yang masih lunglai. Makna fitri tak lagi mengendap di hati. Berlalu bersama angin yang menderu. Jauh terbang, hilang musnah, terlupakan. #Flashfiction Lebaran

Lebaran Hari Pertama

sumber:www.kumpulandoa.my.id Allohu akbar…Allohu akbar...Allohu akbar… Takbir kemenangan mengalun dari setiap penjuru. Ketupat, opor ayam, rendang, sambal teri dan sotong cabe hijau telah terhidang di meja makan. Kerupuk udang berdesakan memenuhi toples besar berwarna ungu. Anak-anak berdiri gelisah di halaman. Baju putih yang mereka kenakan menyiratkan kesucian hati yang terkadang lebih sering meyentakkan nurani kita. Kaki berjalan berarak menuju masjid yang tak jauh dari rumah. Kotak besar bertuliskan “Kotak Amal Pembangunan Masjid” menyambut kedatangan jamaah di pintu gerbang masjid. Senyum ibu-ibu panitia perayaan sholat Idul fitri menyambut kami. Tangan terulur merekatkan hati yang bahagia. Tikar plastik terbentang luas di halaman masjid. Aku dan anak gadis duduk di shaft paling depan, shaft untuk barisan perempuan. Masjid masih belum terlalu padat.  Bibir kami bertakbir mengikuti bilal yang memimpin mengumandangkan takbir menunggu saat sholat Ied akan ditegakkan...

Mulus

    Banyak orang berkata bahwa cinta pertama itu jarang ada yang mulus. Kalau begitu, aku berdoa jika cinta pertamamu berjalan tidak mulus, semoga cintamu yang ke sekian berjalan mulus, yaitu cinta yang kamu jatuhkan kepadaku. Banyak orang berkata bahwa cinta pertama itu jarang ada yang mulus. Maaf, aku salah dengan ucapanku yang dulu, ketika aku berkata engkau adalah cinta pertamaku. Ternyata aku menyadari, telah menemukan satu sosok sepertimu terlebih dahulu sebelum aku bersua denganmu. Aku menemukan ketenangan dan kenyamanan seperti yang kurasakan saat aku membersamaimu. Tunggu dulu, jangan cemburu! Karena sosok itu adalah ayahku. Maka, akankah kamu membuktikan bahwa cintamu yang ke sekian berjalan mulus? Itu artinya, kamu harus mengambilku dari ayah, mengucapkan ikrar suci, ikrar yang kamu ucapkan kepada Rabb-mu untuk menghalalkanku sebagai bagian dari hidupmu. (End)   #kolaborasi dengan orange rainy

Runtuhnya Kerajaan Telebele

www.pixabay.com Jalanan utama di Kerajaan Telebele terlihat penuh sesak setiap sore. Rakyat bersuka cita mempersiapkan waktu berbuka. Berbagai makanan lezat terhidang di bawah tenda-tenda kecil yang berjejer rapi di kanan kiri jalan utama. Petugas keamanan siap siaga berdiri ikut mengawasi kegiatan di sana. Kerajaan Telebele terkenal sebagai kerajaan yang makmur. Rakyatnya hidup sejahtera dan Kerajaan Telebele selalu aman damai sentosa. Terbukti di bulan Ramadhan seperti ini, hampir semua dagangan tandas habis terjual tak bersisa. Hal itu membuktikan jika rakyat Kerajaan Telebele mempunyai daya beli yang cukup tinggi. Rakyat Kerajaan Telebele hanya menganut satu agama. Agama yang mewajibkan mereka untuk menunaikan sholat lima waktu. Ketika ritual menjelang senja rakyat Telebele tumpah ruah memenuhi jalanan utama, mereka juga rajin melakukan sholat berjamaah di Masjid megah yang menaranya berlapis emas untuk melaksanakan sholat jamaah magrib, isya dan tarawih. Ketika senja t...